1. Kanker
Tembakau
menjadi pemicu peningkatan resiko kanker terbesar terutama di negara
berkembang, seperti Cina dan India. Kedua negara ini 40 persen penduduknya
adalah perokok. Di Indonesia ancaman akibat rokok juga sangat besar karena
semakin banyaknya orang merokok dan begitu banyaknya produsen rokok di negara
ini. Jumlah perokok di Indonesia menempati peringkat pertama di kawasan ASEAN,
yakni 46,16 persen dari perkiraan total jumlah perokok di kawasan ini pada
tahun 2007 sebanyak 125, 8 juta orang.
Kanker
merupakan penyebab utama kedua kematian orang dewasa di belahan Barat, dan
merupakan salah satu penyebab utama kematian anak-anak akibat penyakit yang
berumur antara 1 hingga 14 tahun. Meskipun demikian, penyakit ini jarang
menyerang orang muda. Di Inggris Raya, kanker menyerang kira-kira 1 dari antara
650 anak-anak.
Kanker
yang paling banyak menimbulkan korban di Eropa dan Amerika Serikat adalah
kanker paru-paru, usus besar (kolorektal), payudara, prostat, dan perut. Jika
digabungkan, setengah dari seluruh jumlah kematian akibat kanker disebabkan
kanker jenis ini. Mereka sekaligus, bersama-sama dengan kanker kulit, merupakan
jenis kanker yang paling umum menyerang manusia. Kanker kulit adalah kanker
pertama atau kedua yang paling umum di banyak negara Barat seperti Amerika
Serikat, Australia, dan Inggris Raya.
2. Jantung
Penyakit
kardiovaskular (CVD) adalah istilah bagi serangkaian gangguan yang menyerang
jantung dan pembukuh darah, termasuk penyakit jantung koroner (CHD), penyakit
serebrovaskular, hipertensi (tekanan darah tinggi), dan penyakit vaskular
perifer (PVD). Definisi CVD juga menyangkut penyakit lain seperti rheumatic
heart disease (kerusakan jantung akibat rematik) dan penyakit jantung
congenital (kerusakan bentuk struktur jantung sejak lahir). CVD berhubungan
dengan kondisi seperti serangan jantung (MI), angina dan stroke.
Hal ini
menyebabkan darah tidak dapat disalurkan dengan baik ke otot-otot jantung.
Apabila oksigen tidak dapat disalurkan dengan baik ke otot-otot jantung,
jantung akan menjadi lemah dan tidak dapat menyediakan darah ke seluruh bagian
tubuh, akibatnya orang tersebut akan meninggal.
Diperkirakan
17 juta orang meninggal setiap tahun akibat CVD. Satu kematian terjadi akibat
CVD setiap dua detik, satu orang meninggal dalam setiap lima detik akibat
serangan jantung. Dari 17,5 juta kematian akibat CVD yang terjadi pada tahun
2005, sekitar 7,6 juta diantaranya terjadi karena penyakit jantung koroner dan
5,7 juta karena stroke.
3. AIDS
Organisasi
Kesehatan Dunia (WHO) dan lembaga khusus untuk menanggulangi AIDS dari PBB
(UNAIDS), melaporkan estimasi jumlah penderita HIV/AIDS di seluruh dunia pada
tahun 1990 adalah 7,8 juta dan pada akhir Desember 2007 mencapai 33,2 juta,
dimana 90% berasal dari negara berkembang. Estimasi jumlah kematian yang
disebabkan oleh HIV/AIDS mencapai 2,1 juta orang, dimana 76% terjadi di wilayah
Sub Sahara Afrika yang merupakan penyebab kematian utama di wilayah tersebut.
Sedangkan jumlah infeksi baru HIV/AIDS adalah 2,5 juta dan 68% terjadi di Sub
Sahara Afrika.
Benua
Asia diindikasikan memiliki laju infeksi HIV tertinggi di dunia, sedangkan
Afrika tengah mengalami perluasan dampak buruk HIV/AIDS di berbagai sektor
pembangunan ( Beni, 2004). Prevalensi HIV tertinggi terdapat di wilayah Asia
Tenggara dengan tren epidemik yang bervariasi di setiap negara. Tren epidemik
di Kamboja, Myanmar dan Thailand menunjukkan penurunan, sedangkan di Indonesia
dan Vietnam malah semakin meningkat. Secara keseluruhan estimasi jumlah orang
yang mengidap HIV/ AIDS pada akhir 2007 di Asia adalah 4,9 juta orang, termasuk
440.000 orang yang merupakan kasus baru dan mencapai 300.000 orang meninggal
karena AIDS
4. Diabetes
Bisa dimaklumi
jika banyak orang khawatir dengan penyakit Diabetes. Karena penyakit tersebut
telah menjadi penyebab kematian terbesar nomor lima di dunia. WHO melaporkan,
jumlah kematian akibat penyakit tersebut di seluruh dunia adalah 3,2 juta orang
per tahun. Itu artinya, setiap menit, 6 orang meninggal dunia akibat diabetes.
Diabetes
melitus adalah kondisi ketika tubuh tak bisa mengendalikan kadar gula dalam
darah (glukosa), yang normalnya 60-120 mg/dl. Glukosa merupakan hasil
penyerapan makanan oleh tubuh, yang kemudian menjadi sumber energi. Tapi, pada
penderita DM, kadar glukosa ini terus meningkat sehingga terjadi penumpukan.
Penyakit
diabetes melitus (DM) atau akrab disebut kencing manis khususnya tipe 2 yang
bukan faktor keturunan kini tak hanya menyerang orang dewasa, tetapi juga
anak-anak dan remaja. Ironisnya lagi, diabetes pada anak sulit dideteksi,
sehingga tidak bisa dicegah sejak dini.
Tingginya
jumlah penderita diabetes mellitus (DM) di Indonesia diakibatkan pola makan
orang Indonesia yang terlalu banyak mengonsumsi karbohidrat.
5. TBC (Tuberculosis)
Tuberculosis
disebabkan oleh bakteri bernama mycobacterium tuberculosis. Gejala-gejala
penderita TB diantaranya batuk-batuk, sakit dada, nafas pendek, hilang nafsu
makan, berat badan turun, demam, kedinginan, dan kelelahan. Objek TB biasanya
anak-anak dan orang yang lemah sistem kekebalan tubuhnya.Transmisi bakteri
tuberculosis biasanya melalui inhalasi, misalnya penularan dengan dahak
penderita TB, dan lewat kulit. Beberapa diagnosa kasus TB diantaranya tes
tuberculin di kulit, identifikasi bakteria di sputum (dahak), dan rontgen
paru-paru.
Micobacterium
tuberculosis (TB) telah menginfeksi sepertiga penduduk dunia, menurut WHO
sekitar 8 juta penduduk dunia diserang TB dengan kematian 3 juta orang per
tahun (WHO, 1993). Di negara berkembang kematian ini merupakan 25% dari
kematian penyakit yang sebenarnya dapat diadakan pencegahan. Diperkirakan 95%
penderita TB berada di negara-negara berkembang Dengan munculnya epidemi
HIV/AIDS di dunia jumlah penderita TB akan meningkat. Kematian wanita karena TB
lebih banyak dari pada kematian karena kehamilan, persalinan serta nifas (WHO).
WHO mencanangkan keadaan darurat global untuk penyakit TB pada tahun 1993
karena diperkirakan sepertiga penduduk dunia telah terinfeksi kuman TB.
6. Vector
Borne
Penyakit
yang disebabkan oleh nyamuk dan lalat (vector borne) yaitu Malaria, telah
membunuh lebih dari 1.2 juta orang, kebanyakan pada anak-anak di Afrika dibawah
umur 5 tahun. Kemudian DBD (Demam Berdarah Dengue) menjadi penyakit yang
tercepat pertumbuhannya di dunia,
Jumlah
kematian akibat demam berdarah di Indonesia sudah melebihi 400 orang dan
berjangkit di hampir semua propinsi. Sedangkan lebih dari 28.000 orang terkena
penyakit itu. Demikian dikemukakan jurubicara Departemen Kesehatan, Mariani
Reksoprojo. Pemerintah menyediakan dana 50 milyar Rupiah untuk menanggulangi
penyakit tsb. Demam berdarah timbul pada setiap musim hujan
Sistem
irigasi dan buruknya sanitasi, suplai air, kondisi rumah dan penanganan sampah,
penebangan hutan dan hilangnya biodiversity, menjadi pemicu utama.
7. Hepatitis
a.
Virus hepatitis A
Virus hepatitis A terutama menyebar melalui
tinja. Penyebaran ini terjadi akibat buruknya tingkat kebersihan. Di
negara-negara berkembang sering terjadi wabah yang penyebarannya terjadi
melalui air dan makanan.
b.
Virus hepatitis B
Penularannya tidak semudah virus hepatitis A.
Virus hepatitis B ditularkan melalui darah atau produk darah. Penularan
biasanya terjadi diantara para pemakai obat yang menggunakan jarum suntik
bersama-sama, atau diantara mitra seksual (baik heteroseksual maupun pria
homoseksual).
Ibu hamil yang terinfeksi oleh hepatitis B bisa
menularkan virus kepada bayi selama proses persalinan. Hepatitis B bisa
ditularkan oleh orang sehat yang membawa virus hepatitis B. Di daerah Timur
Jauh dan Afrika, beberapa kasus hepatitis B berkembang menjadi hepatitis
menahun, sirosis dan kanker hati.
c.
Virus hepatitis C
Menyebabkan minimal 80% kasus hepatitis akibat
transfusi darah. Virus hepatitis C ini paling sering ditularkan melalui pemakai
obat yang menggunakan jarum bersama-sama. Jarang terjadi penularan melalui
hubungan seksual. Untuk alasan yang masih belum jelas, penderita “penyakit hati
alkoholik” seringkali menderita hepatitis C.
d. Virus
hepatitis D
Hanya terjadi sebagai rekan-infeksi dari virus
hepatitis B dan virus hepatitis D ini menyebabkan infeksi hepatitis B menjadi
lebih berat. Yang memiliki resiko tinggi terhadap virus ini adalah pecandu
obat.
e.
Virus hepatitis E
Virus hepatitis E kadang menyebabkan wabah yang
menyerupai hepatitis A, yang hanya terjadi di negara-negara terbelakang.
f.
Virus hepatitis G
Jenis baru dari virus hepatitis yang telah terdeteksi
baru-baru ini.